da BorneoS.F : Wudhu | Pola hidup sehat| Obat| Kesehatan
Real Street Assalult clothing

Manfaat Wudhu Menghilangkan Bau Mulut


(Wudhu) Menghilangkan Bau Mulut

            Berkumur kumur ketika melakukan wudhu, ternru akan dapat menghilangkan bau mulut yang tidak sedap. Dengan berkumur kumur ditambah dengan menyikat gigi, insha Allah mulut akan menjadi segar dan gigi pun bisa terhindar dari berbagai macam penyakit. Karena itu, tak heran bila Rasulullah Saw. Melarang orang yang baru saja makan bawang –karena mulutnya menjadi bau dan belum dibersihkan-untuk mendekati masjid. Sebenarnya tidak dilarang memakan bawang, namun di dalamnya tersirat sebuah anjuran agar kita selalu membersihkan mulut kita agar tidak berbau – terutama ketika kita akan menjalankan shalat di masjid.
            Memang sebenarnya tidak ada mulut yang tidak bau, karena mulut kita tidak pernah bebas dari jasad renik (mikroorganisme). Padahal mikroorganisme ini selalu mengadakan proses pembusukan atas bahan apa saja yang ada si sekitarnya dengan menghasilkan bahan atau gas yang berbau. Jadi sulit untuk menjawab adanya kemungkinan menghilangkan bau mulut secara tuntas. Begitu pula dengan tubuh kita ono juga tak pernah bebas dari jasad renik, sehingga selalu saja terjadi proses pembusukan pada kulit kita (terutama pada daerah yang lembab) sehingga bleh dikara bau badan selalu juga muncul.
            Bau mulut muncul pada dasarnya dapat sebagai akibat dari adanya proses yang terjadi di kalam rongga mulut maupun tempat lain yang juga bermuara dimulut, yaitu lambung, paru paru, tengorokan dan hidung. Salah satu yang paling banyak dijumpai adalah proses pembusulan di mulut. Sejauh mana kerasnya bau ini tergantung pada seberapa banyak proses pembusukan yang terjadi serta bahan apa yang mengalami pembusukan. Pembusukan ini terjadi oleh karena adanya sisa makanan ataupun jaringan tubuh yang rusak (luka, gigi keropos) disertai adanya jasad renik yang terdapat di rongga mulut tersebut. Jadi jika ada ada sisa makanan atau kerusakan itu maka pembusukan yang terjadi sangat sedikit, sehingga bau mulut tidak seberapa.
            Makanan tentunya dapar juga menimbulkan bau mulut yang khas secara langsung di mulut. Adapun makanan ini pun mungkin menimbukan bau mulut kerika dicerna di lambung karena keluarnya gas atau uap tertentu dari padanya. Jadi disini kita dapat memerhatikan adanya bau yang khas terhadap makanan tertentu. Oleh karena itu sebenarnya yang anda lakukan dengan menyikat gigi sebelum tidur (tambahkan sekitar satu jam sesudah makan) maupun penggunaan obat kumur.
            Bau mulut yang berasal dari bau yang terjadi di tempat lain misalnya adalah sari saluran napas bagian bawah (misalnya akibay borok paru, kanker paru) ataupun saluran napas bagian atas (misalnya sinusitis).
            Adapun bau badan munculnya lebih banyak di daerah yang lembab atau banyak mengeluarkan keringat, maka mudah dipahamu bahwa mereka yang banyak berkeringat pasti akan lebih mudah menebarkan bau badan. Bau ini sebenarnya juga dipengaruhi oleh macam  mikroorganisme yang ada pada kulit, kalau bukan karena penyakit yang dideritanya (pernah mencium bau badan orang yang seperti berkemih?, itu karena adanya ureum. Karena ia punya sakit ginjal). Oleh katena itulah kadang kadang kita dapat mengenali adanya perbedaan bau satu dan lain orang.




Wudhu) Mencegah Penyakit Pilek / Flu




(Wudhu) Mencegah Penyakit Pilek / Flu

          Ahmad bin salim baduweilan dalam buku At-Tadawi bi Ash –Shalah (2005), menyebutkan bahwa berkumur ketika berwudhu ternyata dapat menvegah penyakit pilek sebanyak 30%. Penelitian bidang kesehatan membuktikan bahwa berkumur dengan air setiap hari dapat mencegah penyakit demam dan pilek pada diri seseorang. Padahal berkumur adalah perbuatan yang dilakukan oleh orang muslim berkali kali dalam sehari ketika ia berwrdhu untuk melaksanakan shalat.
            Penelitian ini juga menjelaskan bahwa berkumur dapat membersihkan tenggorokan dari bakteri dan mikroba sebelum ia menyebar dan menimbulkan penyakit, serta mencegah 30% dari potensi terkena penyakit pilek dan demam. Di satu sisi, berkumur merupakan tindakan perlindungan yang berperan membanu memperbaiki kesehatan secara umum dan dapat menekan pengeluaran ekonomi.
Pilek
            Pilek (rhinitis) sebenarnya adalah peradangan selaput lendir yang melapisi saluran hidung. Peradangan ini biasanya dapat diketahui karena tersumbatnya hidung, ingusan, bersin bersin, ataupun rasa tertekan maupun nyeri pada wajah. Kadang kadang pada tahap awal pemeriksaanatas penderita pilek, dokter  perlu meyakinkan dulu apakah yang diderita oleh pasienya itu benar benar alergi (rhinitis allergica) ataukah pilek lainya.
            Infeksi oleh virus (misalnya virus influenza) yang menimbulkan pilek. Jika infeksi ini berulang terjadi (oleh karena infeksi yang disebabkan oleh berbagai macam virusnya), maka akan berakibat terjadinya pilek oleh satu macam virus yang sepertinya secara terus menerus. Sesudah terserang pilek oleh satu macam virus influenza biasanya untuk waktu lama orang itu tidak terserang oleh virus yang sama karena tubuh telah jadi kebal terhadap virus itu.
            Pilek yang lain disebabkan oleh adanya gangguan anatomi rongga hidung juga dapat menimbulkan pilek yang agak khas, yaitu pileknya hanya muncul jika penderitanya berbaring, menundukkan kepala ataupun menahan kepala. Dari berbagai macam posisi itu pada posisi-posisi tertentu itulah pileknya muncul; jika berganti posisi pileknya berpindah ataupun tak muncul. Pilek yang ini dikenal dengan sebutan rhinitis vasomotorica yang untuk menyembuhkan obat yang dioleskan pada selaput lendiryang tidak dikehendaki adanya itu; obat ini akan “ memakan“ selaput lendir yang mengembang itu.
Wudhu) Mencegah Penyakit Pilek / Flu
            Kemungkinan lain pilek yang diderita adalah sinusitis. Sinusitis yaitu suatu infeksi yang menyerang sinus hidung yakni ruangan di dalam tulang di sekitar rongga hidung. Yang mungkin saja ingus merupakan nanah dari rongga yang terinfeksi itu. Ingius yang seperti itu biasanya berbau busuk.
            Pilek dapat mempengaruhi bau mulut penderita. Itu terjadi karena hidung tersumbat maka cenderung sering bernafas menggunakan mulut. Sehingga memungkinkan mengakibatkan mulut kering dan meningkatkan resiko terjadinya infeksi didalam rongga mulut. Infeksi inilah yang selanjutnya menimbulkan bau mulut.
            Untuk pencegahan terjangkit pilek dapat dilakukan dengan membiasakan diri untuk memperbarui wudhu anda setiap saat. Sebab dengan wudhu anda dapat berkumur atau membersihkan mulut anda dari berbagai macam kotoran akibat sisa sisa makanan yang menempel si sela sela gigi. Seperti yang kita ketahui dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika berwudhu ternyata dapat mencegah penyakit pilek sebanyak 30%.



Mencuci Hidung Atau Istinsyaaq Mencegah Sinusitis



Mencuci Hidung Atau Istinsyaaq  dapat Mencegah Sinusitis

Dengan melakukan istinsyaaq (memasukkan dan mengeluarkan air ke dan dari dalam hidung di saat berwudhu), insha Allah juga akan menghindarkan seseorang terserang penyakit sinusitis. Sinusitis adalah peradangan rongga rongga udara di sekitar hidung. Jenis sinusitis ada yang akut dan ada pula yang kronis (menahun). Sinusitis akut ditandai dengan adanya demam disertai rasa nyeri di pipi atau dahi dan pilek yang kental berwarna kuning kehijauan. Pilek yang lama dan tak sembuh sembuh disertai ingus kental dan kadang kadang berbau merupakan gejala gejala sinusitis. Dapat pula disertai dengan keluhan hidung tersumbat dan rsa nyeri di kepala terutama pada pagi hari. Pilek yang tidak diobati dengan baik dapat menjadi factor pencetus sinusitis. F actor lain adalah kelainan dari sekat rongga hidung, gigi berlubang, dan adanya sumbatan pada saluran sinus ke hidung sehingga menyebabkan tertahannya cairan atau ingus di dalam rongga sinus. Sinusitis juga memiliki kaitan dengan cuaca atau iklim terutama bagi mereka yang sudah mempunyai dasar alergi hidung.
              Pekerjaaan merupakan salah satu factor resiko terjadinya  sinusitis. Pekerja yang bekerja malam hari beresiko terserang penyakit sinusitis. Demikian pula mereka yang bekerja dengan air seperti sebagai penyelam atau diving. Udara yang dingin serta lembab sebagai salah satu factor pencetusnya. 
              Penyakit sinusitis juga memiliki kaitan dengan penyakit lain, seperti tumor sinus yang memiliki gejala yang sama atau mirip dengan sinusitis. Perbedaanya adalah kualitas gijala tumor sinus lebih berat seperti lebih nyeri, ingus lebih berat seperti lebih nyeri, ingus lebih berbau dan kadang bercampur darah, membengkak dan sebagainya.
              Beda antara sinusitis dengan flu atau pilek. Flu atau pilek hanya mengenai rongga hidung saja, belum menjalar ke sinus. Flu dan pilek hanya merupakan penuebab timbulnya sinusitis. Sedangkan sinusitis hanya merupakan penyakit infeksi saluran nafas biasa. Akan tetapi bila kumannya termasuk “bandel” misalnya pseudomonas dan piosianus atau ditambah tumpangan jamur, maka pengobatannya menjadi sulit.
              Pada orang dewasa factor factor pencetusnya adalah pilek (influenza) yang tak diobati dengan baik, atau karina kelainan sekat rongga hidung, gigi yang berlubang dan adanya sumbatan pada saluran sinus ke hidung. Sedangkan pada anak anak ditambah adanya peradangan pada amandel (tonsillitis) atau adenoid yang membesar.
              Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa menurut sebuah penelitian berkumur ketika berwudhu dapat mencegah penyakit pilek sebanyak 30%. Padahal kita tahu bahwa di antara penyebab munculnya penyakit sinusitis adalah pilek yang tak kunjung sembuh atau tidak diobati. Sehingga berwudhu secara tidak langsung telah mencegah seseorang terkena penyakit sinusitis. Itulah rahasia lain yang tersimpan dalam perintah wudhu bagi kesehatan kita.



Manfaat Membasuh Wajah Ketika Wudu bagian II



Manfaat Membasuh Wajah Ketika Wudu II

            Wajah kita akan bercahaya, kaki kita akan bercahaya dan juga tangan kita. Itulah kedasyatan wudhu. Dalam kehidupan sehari hari pun kita bisa melihat wajah wajah orang yang selalu memelihara wudhunya. Mereka akan menampakkan tubuh yang segar dan memancarkan jiwa yang damai.

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. katanya: Rasulullah Saw. Bersabda: Kamu merupakan orang yang bercahaya muka, tangan dan kakinya pada Hari Kiamat karena kamu telah menyempurnakan wudhu dengan baik maka barang siapa di antara kamu yang mampu melebihkan basuhan pada muka, tangan dan kakinya hindaklah dia berbuat dimikian.” (HR. Bukhori, Muslim, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad dan Malik).
            Hadis diatas menerangkan tentang keutamaan wudhu. Sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut ‘daerah daerah’ yang terkena air wudhu: membasuh muka, tangan dan kaki, kelak akan bercahaya di akhirat kelak. Makan apabila kita ingin memanjangka cahayanya jalan yang harus ditempuh tak lain adalah kita harus selalu menjaga wudhu kita.
 
            Ada seseorang ulama dari Afrika di masjidil Haram, Subhanallah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning tetapi ketika memandang wajahnya sejuk sekali. Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk yang menyegarkan di pagi hari. Itulah wajah yang sering tersiramoleh air wudhu. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya sajayang bergerak. Tetapi, saat menatap wajah wajah terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tetapi ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketentraman batin yang begitu yang begitu dasyat tergambar saat kita memendang sejuknya pancaran rona wajahnya.

            Kecantikan terutama yang berhubungn dengan penampilan wajah merupakan sesuatu yang diusahakan sesempurna mungkin. Bercak kulit yang sering terdapat pada bagian tubuh, terutama wajah secara kosmetis memang sangat menggangu. Untuk itu diperlukan perawatan seperlunya. Bercak kulit pada wajah dapat disebabkan karena bekas jaringan parut yang telah sembuh, bekas jerawat (komedo) yang biasanya berkelompok atau karena ganguan pigmentasi. Bercak kulit yang disebabkan karena ganguan pigmentasi sering berhubungan dengan produksi Melanosit Stimulating Hormon (MSH) yang merangsang melanosit. Melanosit merupakan sel yang mengandung pigmen hitam melanin dan terdapat dalam jumlah besar antara dermis dan epidermis kulit. Prolifersi sel melanosit disertai dengan fungsi melanosit yang meningkat menyebabkan bercak hitam atau hiperpigmentasi.

Meskipun wajahnya cantik,  tetapi ada kurangnya jika apabila tidak pernah disiran dengan air wudhu . Sebab wajah yang tidak pernah tersiram air wudhu kecantikannya tak tak akan bisa bertahan lama. Namun sebaliknya wajah yang tersiran oleh air wudhu akan terus memancarkan cahaya hingga kelak di yaumul qiyamah nanti. Inilah manfaat membasuh wajah ketika wudu.  





                         

Manfaat Membasuh Wajah Ketika Berwudhu




Manfaat Membasuh Wajah Ketika Berwudhu


            Mambasuh wajah sedikitnya tiga kali setiap berwudhu dapat menghilagkan debu dan bakteri yang menempel, karena menjamin kebersihan kedua mata dan menjaga keselamatan serta menghindari mata dari penyakit trahum dan radang mata. Di damping itu, membasuh wajah juga dapat membuat kulit bersih dan bugar serta mengembalikan jaringan jaringan kilit wajah yang merupakan cermin seseorang, sehingga wajah orang muslim tampak selalu ceria dan berbinar.

          Membasuh wajah setiap kali berwudhu di dalamnya terkandung sebuah pesan moral agar kita tatkala menjalankan shalat dalam keadaan wajah sehat dan bersih. Sebab wajah merupakan bagian penting dari tubuh seseorang. Seseorang bisa kita baca apakah orang itu senang atau sedih terlihat dari wajahnya.

          Membersihkan wajah secara sekilas memang seperti kegiatan yang remeh. Akan tetapi kegiatan yang satu iNi tidak bisa diabaikan karena kecantikan kulit berawal dari perawatan kebersihannya. Kerena itu, ketahilah cara membersihkan wajah yang benar sehingga kulitpun memjadi sehat:
Manfaat Membasuh Wajah Ketika Berwudhu             Pertama gunakan pemberbersih yang seuai dengan kulit. Kenali jenis kulit terlebih dahulu. Untuk kulit kering, gunakan pembersih yang mengandung pelenbab sehingga kulit tidak terasa kering, kencang dan ketat sesedahnya. Pembersih dengan tekstur susu lebih sesuai karena sangat lembut.
          Untuk kulit berminyak gunakan pembersih yang mampu menghilangkan kelebihan menyak sekaligus mengontrol aktivitas kerja kelejar minyak (sebum), yang biasanya berbentuk gel (cleansing gel). Dapat juga mengunakan pembersih yang mengandung AHA untuk membuka sumbatan pori yang tertutup oleh minyak dan kotoran.
          Kedua, menggunakan toner tidaklah mutlak. Memang toner bermanfaat untuk mengankat sisa kotoran pada kulit yang tidak terangkat oleh pembersih. Jika kulit anda kering, sangat kering maupun sensutif penggunaan toner tidaklah dianjurkan karena alcohol yang terkandung dapat menyebabkan kekeringan maupun iritsi kulit.
          Ketiga, gunakan suhu air yang tepat. Penggunaan air dingin ketika pagi hari menyegarkan kulit dan nengencangkan kulit, akan tetapi hanya sementara, jikankulit sensitive ataupun kulit tipis akan menyebabkan kulit wajah menjadi shock akibatnya akan timbul reaksi akergis mupun iritasi. Sebaliknya air yang terlampau pamas pun akan membuat kilit mengalami iritasi. Sebaiknya gunakan air hangat, karena dapat membersihkan kotoran kulit secara lebih menyeluruh. Uap dari air hangat mampu membula pori pori kulit.




Sakit Mata Sembuh dengan Wudhu (sebuah kisah)



Kisah Sakit Mata Dapat Sembuh Dengan Wudhu

            
Sakit Mata sembuh dengan wudhu             Alkisah, suatu hari Junaid Al-Baghdadi sakit mata. Ia diberitahu seorang tabib bahwa jika ingin sembuh, jangan sampai matanya terkena air.

            Akan tetapi ketika sang tabib tersebut pergi, Jukaid Al-Baghdadi nekad berwudhu membasuh mukanya untuka shalat kemudian tidur. Anehnya sakit matanya justru manjadi sembuh. Saat itu terdengar siara, “Junaid menjadi sembuh matanya karena ia lebih ridha kepada-Ku. Seandainya ahli neraka meminta kepada-Ku dengan semangat junaid, niscaya Aku luluskan permintaannya,”kata suara itu.

            Esok harinya ketika sang tabib mengetahui bahwa mata Junaid Al-Baghdadi telah sembuh, ia menjadi keheranan lantas bertanya, "Apa yang telah engkau lakukan?”. “Aku berwudhu membasuh muka dan mataku lalu shalat”, jawab Junaid Al-Baghdadi. Mendengar penuturan yang demikian itu sang tabib yang pada mulanya beragama nasrahi pun lantas masuk agama Islam dan beriman kepada Allah SWT. Dia pun lantss berkata, “obat dari Tuhan yang menciptakan sakit itu. Dia pulalah yang menciptakan obatnya. Akulah yang sebenarnya yang sakit, yaitu sakit mata hatiku dan akhirnya Junaidlah Tabibnya (yang bisa menyembuhkan sakitku)”.

“ Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj:46)

            Inilah kisah yang luar biasa tentang manfaat wudhu bagi kesehatan dan penyembuh sakit mata. Dari kisah ini pulalah yang kemudian meginspirasi kita untuk mengulas lebih jauh tentang manfaat wudhu bagi kesehatan mata secara fisik.                                                                                   
 Kisah Sakit Mata Dapat Sembuh Dengan Wudhu
            Alkisah, suatu hari Junaid Al-Baghdadi sakit mata. Ia diberitahu seorang tabib bahwa jika ingin sembuh, jangan sampai matanya terkena air.

            Akan tetapi ketika sang tabib tersebut pergi, Jukaid Al-Baghdadi nekad berwudhu membasuh mukanya untuka shalat kemudian tidur. Anehnya sakit matanya justru manjadi sembuh. Saat itu terdengar siara, “Junaid menjadi sembuh matanya karena ia lebih ridha kepada-Ku. Seandainya ahli neraka meminta kepada-Ku dengan semangat junaid, niscaya Aku luluskan permintaannya,”kata suara itu.

            Esok harinya ketika sang tabib mengetahui bahwa mata Junaid Al-Baghdadi telah sembuh, ia menjadi keheranan lantas bertanya, "Apa yang telah engkau lakukan?”. “Aku berwudhu membasuh muka dan mataku lalu shalat”, jawab Junaid Al-Baghdadi. Mendengar penuturan yang demikian itu sang tabib yang pada mulanya beragama nasrahi pun lantas masuk agama Islam dan beriman kepada Allah SWT. Dia pun lantss berkata, “obat dari Tuhan yang menciptakan sakit itu. Dia pulalah yang menciptakan obatnya. Akulah yang sebenarnya yang sakit, yaitu sakit mata hatiku dan akhirnya Junaidlah Tabibnya (yang bisa menyembuhkan sakitku)”.

“ Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj:46)

            Inilah kisah yang luar biasa tentang manfaat wudhu bagi kesehatan dan penyembuh sakit mata. Dari kisah ini pulalah yang kemudian meginspirasi kita untuk mengulas lebih jauh tentang manfaat wudhu bagi kesehatan mata secara fisik.